Kesetaraan dan Keadilan Gender

Dalam era demokrasi dewasa ini, yang didorong oleh semangat reformasi tentu saja terjadi perubahan paradigma dalam upaya meningkatkan peran dan kedudukan perempuan sebagaimana tersurat dalam GBHN yang diamanatkan oleh MPR tahun 1999.

Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seirama dengan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan yang telah membela dan membebaskan kaum perempuan dari ketertindasan dan keterkungkungan.

jauh sebelum kemerdekaan RI, tepatnya pada tahun 1928 ialah dilaksanakan Koongres Wanita pertama di indonesia yang menyuarakan ketimpangan-ketimpangan, ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan. bahkan diawal abad ke dua puluh, kesadaran terhadap penindasan atas dirinya telah dilihat oleh kaum perempuan indonesia seperti R.A Kartini.

pada zaman itu, kartini memang bukan satu-satunya yang memberontak terhadap situasi ini, nyatanya dalam suatu penelitian yang dilakukan pada  tahun 1914 oleh tim pemerintahan belanda yang ingin mengetahui sebab penurunan indonesia yang semuanya berasal dari kalangan atas dan tujuan diataranya turunan bangsawan, menunjukkan masalah-masalah yang diidentifikasi oleh para responden sebagai berikut:

a. masalah pendidikan bagi perempuan

b. menentang pelacuran

c. pendidikan sex

d. upah yang sama untuk pekerjaan yang sama

e. perbaikan keadaan penghidupan petani desa

f. pendidikan untuk perempuan tani

g. perbaikan perkawinan

h. kesempatan untuk tampil didepan umum

keadilan adalah nilai yang sangat universal lebih dalam lagi ia menjadi terkait dengan masalah ajaran seperti agama, karena nilai tersebut apabila terwujud dalam setia pola pikir, pola pandang dan pola tindak seorang penganut agama, akan merupakan bagian dari ciri-ciri orang yang patuh terhadap pencipta-Nya. dengan kata lain berbuat adil meruakan ciri orang yang beriman dan bertaqwa.

keadilan gender adalah proses yang adil bagi perempuan dan laki-laki. untuk menjamin agar supaya proses itu adil bagi perempuan dan laki-laki perlu tindakan-tindakan untuk menghentikan hal-hal yang secara sosial dan menurut sejarah menghambat perempuan dan laki-laki untuk berperan danmenikmati hasil dan peran yang dimainkannya. keadilan gender mengantarkan perempuan dan laki-laki menuju kestaraan gender.

kesetaraan gander adalah keadaan dimana perempuab dan laki-laki menikmati status dan kondisi yang sama untuk merealisasikan hak azasinya secara penuh dan sama-sama berpotensi dalam menyumbangkannya dalam pembangunan.

kesetaraan adalah penilaian yang sama oleh masyarakat terhadap persamaan dan perbedaan perempuan dan laki-laki dalam berbagai peran yang mereka lakukan.

program pemberdayaan perempuan ke depan, memang tidak mungkin berlangsung dan diusahakan secara terencana dan terarah tanpa melanjutkan upaya kemitrasejajaran antara laki-laki dan perempuan.

menyadari pentingnya hubungan kemitrasejajaran yang harmonis antara laki-laki dan perempuan, sejak awal perencanaan program sudah harus memperhatikan aspirasi dan kepentingan serta peranan laki-laki dan perempuan sebagai mitra sejajar dalam pembangunan di segala bidang dan tingkatan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s